JGSN Merayakan Adven Dan Natal 2014

Dalam rangka merayakan minggu-minggu Adven, Natal dan Akhir Tahun 2014 di Jemaat Gunung Sinai Naikolan, Tim Perayaan akan melaksanakan berbagai kegiatan. Tim Perayaan diketuai oleh Drs. Ady E. Mandala, M.Si....

JGSN Dalam Lensa dan Peristiwa 2013 (4): Pembentukan PAUD GSN 2013

PAUD GSN secara resmi mulai beroperasi sejak 16 Juli 2013 (Tahun Ajaran 2013-2014) dengan jumlah siswa 30 siswa.

Sidang Awal Tahun MJGSN (Sidang Lanjutan: Minggu, 2 Februari 2014

Sidang tersebut akhirnya berhasil menyelesaikan pembahasan dan penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Jemaat GSN.

JGSN Dalam Lensa dan Peristiwa 2013: Pembagunan Gedung Serba Guna JGSN

“Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan....."

Jemaat Gunung Sinai Naikolan

Jemaat Gunung Sinai Naikolan (JGSN) adalah jemaat yang berada dalam lingkup pelayanan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Rayon IV Klasis Kota Kupang.

Tampilkan postingan dengan label UPP/PHRG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UPP/PHRG. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Mei 2014

Selamat HUT JGSN ke-5 (Sabtu, 31 Mei 2014)!


Perayaan Hari Ulang Tahun Jemaat Gunung Sinai Naikolan ke-5 jatuh pada Sabtu, 31 Mei 2014. Perayaan HUT JGSN ke-5 diawali dengan Kebaktian yang dipimpin oleh Ketua Majelis Jemaat Gunung Sinai Naikolan, Pdt. Ch. S. V. Lada-Messakh, S.Si.Teol. Kebaktian berlangsung pada pukul 17.00 wita (jam 5 sore).

Pembacaan Firman Tuhan menurut Mazmur 90:12 (Allah, tempat perlindungan yang kekal): “Ajarilah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”

Mazmur 90:12 adalah jawaban atas apa yang harus kita lakukan pada sisa hari hidup kita. Yang harus menjadi refleksi bagi kita adalah: Kita harus memiliki persepsi terhadap sisa hari hidup, dan cara mengisi sisa hari hidup kita.

Merayakan hari ulang tahun sebaiknya dijadikan sebagai momentum mengoreksi diri dan membenahi kekurangan-kekurangan kita untuk menjadi lebih baik ke depannya. Oleh karenanya, ulang tahun sepatutnya menjadi hari baru bagi kita untuk setia dan melakukan kehendak Tuhan dengan segenap hati. Bersaksi dan melayani, berdoa dan bekerja adalah keharusan bagi kehidupan orang percaya.

Sebagaimana Pemazmur, kita pun harus meminta Tuhan untuk mengajari…..agar kita beroleh hati yang bijaksana. Beroleh hati yang bijaksana mencerminkan damai dan kasih. Beroleh hati yang bijaksana dalam tugas kesaksian dan pelayanan kasih.

Kebaktian dalam rangka merayakan HUT JGSN ke-5 berlangsung penuh sukacita, dimeriahkan dengan puji-pujian Padua Suara dan Vokal Grup Jemaat Gunung Sinai Naikolan (PS Perempuan Rayon 2, PS Elim, VG Musafir, GSN Music Choir, PAUD GSN, VG Rayon 5, Solagratia, PS Gabungan JGSN, VG Viadolorosa), dan Koor Musik Kaum Bapak Jemaat Koinonia.

Puncak perayaan ditandai dengan penyalaan lilin dan pemotongan kue ulang tahun oleh Pnt. Cornellis Mellu dan isteri.

Dalam rangka memeriahkan HUT JGSN ke-5, Panitia Hari Raya Gerejawi (Ketua: Stefanus Willahuki, SH) melaksanakan berbagai kegiatan berupa: Kerja Bakti pembersihan lokasi balap sepeda di depan Kompleks Pemakaman Umum Oepura (Minggu, 25 Mei dan Selasa, 27 Mei 2014), Lomba Balap Sepeda kategori anak dan remaja (Kamis, 29 Mei dan Jumat, 30 Mei 2014), Senam Kesegaran Jasmani, Jai dan Lomba Gigit Sendok kategori anak dan kaum perempuan di halaman Gereja GSN (Sabtu, 31 Mei 2014). [Admin]

Rabu, 07 Mei 2014

Hari Doa Perempuan Sedunia (Senin, 5 Mei 2014)


Ibadah dalam rangka memperingati Hari Doa Perempuan Sedunia berlangsung pada Senin, 5 Mei 2014 pukul 16.00 wita (jam 4 sore) bertempat di Jemaat Pohon Nitas Batuplat. Ibadah yang dilaksanakan UPP Perempuan Klasis Kota Kupang dipimpin oleh Pdt. ---- dan diikuti oleh seluruh Kaum Perempuan yang tergabung di dalam wilayah pelayanan GMIT Klasis Kota Kupang, termasuk didalamnya Kaum Perempuan JGSN (Jemaat Gunung Sinai Naikolan) yang diwakili oleh Pdt. Ch. S. V. Lada-Messakh, S.Si.Teol. (Ketua Majelis JGSN) dan Paduan Suara Perempuan JGSN.

Ibadah berlangsung di ruang terbuka (outdoor) dengan menggunakan tata perayaan yang disiapkan oleh Komisi Hari Doa Sedunia di Mesir. Pembacaan Firman Tuhan menurut ---

Berikut ini adalah petikan pengantar yang terdapat di dalam Liturgi Hari Doa Sedunia Kaum Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang:

                Selamat datang dalam perayaan Hari Doa Sedunia, dimana untuk tahun ini kita akan mempergunakan tata perayaan yang disiapkan oleh Komisi Hari Doa Sedunia di Mesir. Dalam benak banyak orang, Mesir di dalam Alkitab dikaitkan dengan Firaun yang memperlakukan Israel sebagai budak sampai saat dimana Musa memimpin mereka keluar menuju kebebasan. Yang sering dilupakan adalah peran heroic putri Firaun bagi kisah penyelamatan dalam Alkitab, yaitu bahwa perempuan itu berani menentang perintah ayahnya, itu berarti menentang kekuasaan, demi menyelamatkan bayi Musa, melindunginya, membawanya, dan merawatnya seperti anaknya sendiri. Dan itu dilakukannya bersama dengan perempuan lainnya. Ketika Tuhan Yesus sendiri terancam dari pembunuhan para bayi oleh Herodes, maka Mesir adalah tempat yang aman untuk perlindungan bagi Keluarga Kudus Yesus itu.

                Yang luar biasa juga adalah kisah awal agama Kristen di Mesir, yaitu gereja pertama di Mesir yang dibentuk oleh Rasul Markus. Ia mendirikan sekolah teologia pertama yang meluluskan banyak pemikir Kristen besar, seperti Origenes, St. Athanasius, dan Clement dari Alexandria. Sejarah Gereja juga menyebutkan bahwa Mesir adalah tuan rumah Dewan Kristen dan bahwa Gereja Mesir mengirim misionaris ke berbagai tempat, termasuk Irlandia, Belanda, Swiss, Nubia, Sudan, dan Ethiopia.

                Saat ini Gereja-gereja di Mesir masih kuat. Kita bersukacita untuk partisipasi oikumene gereja-gereja Mesir di Hari Doa Sedunia 2014 ini. Bahkan Hari Doa Sedunia adalah perayaan tahunan yang indah untuk keluarga Mesir pada hari Jumat pertama bulan Maret.      

Ibadah perayaan Hari Doa Perempuan Sedunia 2014 kali ini yang mengambil tema “Sungai di padang pasir” menampilkan lakon/dialog yang diperankan oleh Kaum Perempuan Klasis Kota Kupang. Lakon/dialog mengambil setting kehidupan kaum perempuan di Mesir.

Ada perempuan yang berpakaian Mesir kuno yang memegang kunci kehidupan dengan bunga Lotus/Teratai  di rambutnya. Ada perempuan dengan gaun petani desa yang membawa tempayan. Ada perempuan yang mengenakan pakaian bergaya kota dan membawa laptop. Dan ada seorang gadis yang memakai jeans, membawa ponsel dan berndera Mesir.

Ibadah perayaan juga dimeriahkan dengan sejumlah puji-pujian baik Paduan Suara maupun Vokal Grup yang dipersembahkan oleh kaum perempuan dari 43 jemaat di Klasis Kota Kupang. [Admin]