ππΌπΉπΈππππΈβ πππΈππΈ ππβπΎπΎπ - ππππππ¦ ππ£ππ₯π¦πππππ - πΉπ¦πππ πΉπ¦πππͺπ - ππ¦ππ₯π πΌπ₯πππ€ - ππππππ₯ πΎπ¦ππ¦ππ πππππ βππππ πππ (Minggu, 31 Mei 2026)
π»ππππππ π±πππππ & π»ππππππππ
π Ίππ Ό π = ππ’π·πͺπ¬. ππΊπΆ ππΆπ£π―π’π§π¦πΆ, π.ππ©.
& Presbiter Rayon 5
π Ίππ Ό ππ = Pdt. Arly E. M. de Haan, M.Si.
& Presbiter Rayon 1-9
π»ππππππππ π¬ππππππ:
2 Korintus 13:11-13 "Salam"
πΏπππ:
"Karya Roh Kudus dalam keragaman budaya: memperjuangkan budaya yang menyembuhkan luka"
πΏπππ πΆππππππ:
"Berkat Allah Tritunggal yang meneguhkan"
---------------------------------------------------
Kami datang dari tanah yang berbeda, dengan bahasa yang tidak sama, dengan adat & cerita yang beragam. Di tengah kehidupan kami, ada hati yang gelisah memikirkan hari esok. Ada langkah yang tertatih karena beban ekonomi yang berat. Ada tubuh yang lemah, bergumul dengan sakit & ketidakpastian. Ada relasi yang retak, keluarga yang terluka, kata-kata yang menyisakan luka. Ada jiwa yang lelah, terjebak dalam lingkaran pertemanan yang tidak sehat. Ada yang sedang mencari jati diri dengan bertanya: "Siapakah aku di hadapan dunia ini? Bahkan ada air mata yang tersembunyi & doa-doa yang belum terjawab. ..... [Renungan Awal - Liturgi KUM - Bulan Budaya - Multi Etnis - Minggu, 31 Mei 2026]
---------------------------------------------------
π»ππππ π±πππππ:
Karya Allah Tritunggal menjadi dasar/pedoman bagi kita dalam kehidupan berjemaat.
¹. Allah Tritunggal meneguhkan kita untuk hidup dalam persatuan.
². Kasih karunia Yesus menguatkan kita yang lemah.
³. Kasih Allah Bapa mengajarkan kita untuk mengasihi sesama.
⁴. Roh Kudus memampukan kita untuk hidup dalam persatuan & kerendahan hati.
---------------------------------------------------
....., kini kita akan melangkah kembali ke jalan hidup yang nyata, ke ruang-ruang kehidupan di mana perbedaan dapat melukai, namun juga dapat menjadi berkat. Namun kita tidak berjalan sendiri. Allah menguatkan yang lemah, menghibur yang terluka, & mempersatukan yang tercerai, meski langkah kita berjauhan, meski arah kita berbeda. Karena itu, jadilah tenunan kasih yang meneguhkan yang rapuh, merajut yang retak, & menyatukan yang tercerai. Jadilah pembawa yang menghadirkan pengharapan di tengah luka & perbedaan. Hiduplah sebagai satu tubuh, meski berbeda-beda, saling menguatkan, saling meneguhkan, dalam kasih Allah yang sama. ...... [Pengutusan - Liturgi KUM - Bulan Budaya - Multi Etnis - Minggu, 31 Mei 2026]










0 comments:
Posting Komentar