Minggu, 11 Oktober 2026

"Kasih Kristus sebagai Jalan Penyembuhan Relasi" - Kebaktian Utama Minggu - Bulan Keluarga - Jemaat Gunung Sinai Naikolan

𝕂𝔼𝔹𝔸𝕂𝕋𝕀𝔸ℕ 𝕌𝕋𝔸𝕄𝔸 𝕄𝕀ℕ𝔾𝔾𝕌 - 𝔹𝕦𝕝𝕒𝕟 𝕂𝕖𝕝𝕦𝕒𝕣𝕘𝕒 - 𝕁𝕖𝕞𝕒𝕒𝕥 𝔾𝕦𝕟𝕦𝕟𝕘 𝕊𝕚𝕟𝕒𝕚 ℕ𝕒𝕚𝕜𝕠𝕝𝕒𝕟 (Minggu, 11 Oktober 2026)


𝕻𝖊𝖑𝖆𝖞𝖆𝖓 𝕱𝖎𝖗𝖒𝖆𝖓 & 𝕻𝖗𝖊𝖘𝖇𝖎𝖙𝖊𝖗

🅺🆄🅼 𝗜 = 𝘊𝘢𝘷𝘪𝘬. 𝘔𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳𝘪 𝘏. 𝘛𝘢𝘮𝘦𝘭𝘢𝘣, 𝘚.𝘚𝘪.𝘛𝘦𝘰𝘭.

& Presbiter Rayon 5

🅺🆄🅼 𝗜𝗜 = 𝗣𝗘𝗥𝗝𝗔𝗠𝗨𝗔𝗡 𝗞𝗨𝗗𝗨𝗦 = 

𝘗𝘥𝘵. 𝘈𝘧𝘭𝘪𝘢𝘯𝘢 𝘚𝘶𝘷𝘪𝘢 𝘕𝘦𝘯𝘰-𝘗𝘢𝘺, 𝘚.𝘚𝘪. 

& Presbiter JGSN Rayon 1 & 2

𝕻𝖊𝖒𝖇𝖆𝖈𝖆𝖆𝖓 𝕬𝖑𝖐𝖎𝖙𝖆𝖇: 

Kolose 3:18-25 "Hubungan antara anggota-anggota rumah tangga"

𝕿𝖊𝖒𝖆:

"ALLAH yang setia menyembuhkan luka keluarga & gereja"

𝕿𝖊𝖒𝖆 𝕶𝖍𝖔𝖙𝖇𝖆𝖍:

"Kasih Kristus sebagai jalan penyembuhan relasi"

--------------------------------------------------- 

.... Kekerasan dalam rumah tangga adalah setiap perbuatan terhadap seorang, terutama perempuan yang berakibat timbulnya kesengsaraan/penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan/perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. ..... 

Mari bertanya pada diri & keluarga kita, apakah ada kekerasan? Siapa pelakunya? Bagaimana dampak kekerasan yang terjadi? Bagaimana keluarga menangani perilaku kekerasan, baik terhadap korban maupun pelaku? .... [Panggilan Beribadat - Liturgi KUM - Minggu, 11 Oktober 2026] 

---------------------------------------------------

𝕻𝖊𝖘𝖆𝖓 𝕱𝖎𝖗𝖒𝖆𝖓: 

Keluarga adalah tempat dimana kasih Kristus dinyatakan.

Tuhanlah yang menjadi bos dalam rumah tangga.

Kepemimpinan dalam keluarga harus dilandaskan pada kasih Kristus.

Budaya bukan alasan untuk melupakan kasih Kristus.

Anak-anak dipanggil untuk menghormati orang tua, & orang tua harus menjaga hati anak.

Hubungan antara atasan & bawahan harus dilandaskan pada kasih Kristus (hubungan saling melayani).

Kasih Kristus sebagai jalan penyembuhan relasi dalam keluarga.

---------------------------------------------------

Kekerasan membuat relasi dalam keluarga menjadi renggang bahkan rusak & terpisah. Kekerasan yang berulang sering kali dianggap sebagai sesuatu yang benar & diterima apa adanya. Padahal di balik itu ada tubuh yang terluka, sementara hati begitu perih, pedih & menyimpan dendam. Berilah setitik cahaya kasih Kristus pada noda gelap relasi yang rusak karena kekerasan. ..... [Pengutusan - Liturgi KUM - Minggu, 11 Oktober 2026] 

0 comments:

Posting Komentar