Minggu, 13 September 2026

"Mendengar & Melakukan Firman: Obat bagi Luka Batin & Relasi" - Kebaktian Utama Minggu - Jemaat Gunung Sinai Naikolan

𝕂𝔼𝔹𝔸𝕂𝕋𝕀𝔸ℕ 𝕌𝕋𝔸𝕄𝔸 𝕄𝕀ℕ𝔾𝔾𝕌 - Minggu Trinitas - 𝕁𝕖𝕞𝕒𝕒𝕥 𝔾𝕦𝕟𝕦𝕟𝕘 𝕊𝕚𝕟𝕒𝕚 ℕ𝕒𝕚𝕜𝕠𝕝𝕒𝕟 (Minggu, 13 September 2026)

𝕻𝖊𝖑𝖆𝖞𝖆𝖓 𝕱𝖎𝖗𝖒𝖆𝖓 & 𝕻𝖗𝖊𝖘𝖇𝖎𝖙𝖊𝖗

🅺🆄🅼 𝗜 = 𝘊𝘢𝘷𝘪𝘬. 𝘔𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳𝘪 𝘏. 𝘛𝘢𝘮𝘦𝘭𝘢𝘣, 𝘚.𝘚𝘪.𝘛𝘦𝘰𝘭.

& Presbiter Rayon 3 

🅺🆄🅼 𝗜𝗜 = 𝘗𝘥𝘵. 𝘈𝘧𝘭𝘪𝘢𝘯𝘢 𝘚𝘶𝘷𝘪𝘢 𝘕𝘦𝘯𝘰-𝘗𝘢𝘺, 𝘚.𝘚𝘪.

& Presbiter Rayon 1

𝕻𝖊𝖒𝖇𝖆𝖈𝖆𝖆𝖓 𝕬𝖑𝖐𝖎𝖙𝖆𝖇: 

Yakobus 1:19-27 "Pendengar atau pelaku firman"

𝕿𝖊𝖒𝖆:

"Berpegang pada Firman Tuhan: obat bagi luka kehidupan"

𝕿𝖊𝖒𝖆 𝕶𝖍𝖔𝖙𝖇𝖆𝖍:

"Mendengar & melakukan firman: obat bagi luka batin & relasi"

--------------------------------------------------- 

Yakobus 1:22 (TB) Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. [Nas Pembimbing - Liturgi KUM - Minggu, 13 September 2026] 

---------------------------------------------------

𝕻𝖊𝖘𝖆𝖓 𝕱𝖎𝖗𝖒𝖆𝖓: 

1 Orang yg beriman adalah orang yang sungguh-sungguh mendengar Firman Tuhan & menjadi pelaku.

2 Firman Tuhan harus menjadi pegangan untuk membentuk karakter kita dalam mengontrol lidah (kata-kata

3 Firman Tuhan membentuk karakter kita untuk bisa menghadirkan kasih bagi sesama kita yang membutuhkan.

4 Firman Tuhan menjauhkan diri kita dari perbuatan dosa & kecemaran.

- Firman Tuhan adalah sarana evaluasi diri dalam praktek kehidupan. Mulailah evaluasi dari diri sendiri!

- Firman Tuhan adalah obat bagi pemulihan luka batin. Tenangkan diri & dengarlah suara Tuhan. 

- Belajarlah untuk tidak membuat luka bagi orang lain & menjaga relasi dengan sesama.

["Doa untuk Flores yang sedang berduka karena dilanda musibah gempa bumi pada Sabtu, 15 Agustus 2026!"]

---------------------------------------------------

.... Setelah mendengar & memahami firman yang membaharui batin, firman Tuhan mestilah dilakukan dalam kehidupan. Firman bukan hanya didengar, tetapi juga ditaati. Ketataatan dalam melakukan firman, bukti bahwa firman Tuhan sungguh-sungguh bekerja dalam hati seorang. Dan ketataatan itu nyata dalam tindakan mengekang lidah agar tidak melukai, mengunjungi yatim piatu & menjaga diri dari berbagai pengaruh & kecemaran. Firman Tuhan yang didengar, dilakukan dalam tindakan-tindakan yang memulihkan relasi & menyembuhkan. Luka batin & relasi yang dialami tidak disembuhkan oleh waktu semata, tetapi oleh firman Tuhan yang diterima dengan rendah hati & ditaati dengan setia. Ketika firman Tuhan mengubah hati, Tuhan juga memulihkan relasi yang rusak. Karena itu mari mulailah dari diri sendiri untuk menjadi pendengar & pelaku firman agar setiap tindakan & ucapan kita sungguh-sungguh menjadi berkat & membawa sukacita. [Pengutusan - Liturgi KUM - Minggu, 13 September 2026] 

0 comments:

Posting Komentar